Sekadar pergi sore itu.
Kemana pun boleh saja. Asal bersama kamu.
Sekadar seteguk teh setelah itu.
Duduk manis dengan lampu temaram di cafe mana pun. Asal bersama kamu.
Sekadar menikmati senja berikutnya.
Walau hanya beratapkan langit. Asal bersama kamu.
Asal bersama kamu, semua yang amat sederhana nampak begitu teramat sempurna. Asal bersama kamu.
“ Apabila telah tertutup mata Ibu-mu, maka berkuranglah satu keberkahan utama di sisi Allah SWT, yaitu; Doa seorang Ibu. ”
quotediTransTV
Rasanya kayak masuk Rumah Hantu. Harus menghadapi ketakutan yang paling besar. Mau nggak mau. Suka nggak suka. Siap nggak siap.
Hal-hal yang selama ini kamu hindari, bahkan nggak pernah terpikirkan kalau saat ini, sekarang, kamu bakal ngalamin sendiri. Hal-hal yang selalu menghiasi mimpi-mimpi…
“ Aku pasrah, Nus. Seperti sebuah perahu kertas yang selama ini aku layarin. Dia nggak pernah tahu akan mengalir kemana, laut atau bukan. ”
Di setiap malam, dengan ketakutan dan kegelisahan.
Di setiap malam, yang selalu terisi dengan banyak harapan yang belum terkabul juga
Di setiap malam yang sangat hening, tapi tidak dengan pikiran di kepala ku yang begitu ramai.
Malam……………..sendiri.
Kamu dimana?
Cepat pulang, aku takut sendiri.
Innalillahi wainailaihirajiun. Rest in peace, bapak penjual koran, Pak Senen.
“Neng pikiran rakyat nya neng?” “Kompas.. kompas” “Korang nya neng koran…”
Penjual koran depan unpad, cuma beberapa kali ketemu beliau belum pernah beli koran nya belum pernah sempet ngobrol sama Pak Senen, tapi tiap ketemu keliatan almarhum kayanya orang baik banget. Ga tau kenapa, beda aja pokonya.
Inget pertama kali ketemu. Waktu itu lagi nunggu dijemput lama banget, udah malem, saya berdiri depan gerbang, bapaknya lagi duduk. Dari kejauhan keliatan bapak nya lagi ngobrol sama tukang buah. Terus akhirnya saya beli buah. Begitu beli, ada 2 orang lain yang beli juga. Bapaknya bilang ke tukang buah, “tah kan rezeki mah ga akan kemana, percaya..”
Begitu dapet kabar beliau meninggal, langsung kepo twitter search “pak senen”, dan kebukti banget beliau emang orang baik, banyak banget orang yang kayanya terinspirasi dari almarhum…..
Diumurnya yang sangat tua dia memilih untuk tetap berjualan koran di sekitaran kampus feb unpad. Hanya untuk tujuan mulia, naik haji. Dengan berjalan kaki dari surapati-dipatiukur hanya utk mencapai tujuan tersebut. Semoga dimuliakan di sisi Allah SWT, wahai alm Pak Senen -@gandhysutionoSeorang yang sangat sabar, selamat jalan pak senen. Sungguh banyak amal jariyahmu.-@irsydKamal
Masih ingat kata kata dari bapaknya, “kalo ga bisa jadi pohon yg besar cukup jadi pohon yang kecil yg penting bisa bermanfaat buat orang lain” -@zulhamsyaah
A lesson from Pak Senen: no matter how hard your life is, smile to other is a must. And stop begging for money, work for it :) -@astaryadya
Mau cuaca panas, hujan atau mendung PakSenen tetep semangat jualan dan selalu senyum -@ainidestianiSaking terlalu berat koran yang ia bawa, tali tasnya beliau kaitkan di atas kepala namun beliau selalu tersenyum. Alas kakinya pun tidak layak untuk disebut sepatu kalau di pikir pikir, tapi beliau memilih jalan kaki dari kontrakannya di Suci menuju Unpad -@citra_citratata
Pak Senen selalu doain yg beli koran cepet lulus. Pak Senen :’( http://isegunpad.wordpress.com/2010/05/31/dibalik-tumpukan-koran/ … -@bonitaaputrii
Terkadang orang biasa bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk bekerja keras,selamat jalan pak senen -@aldiprapanca
Sebegitu besarnya bapak memberi pelajaran kepada kami. Selamat jalan Pak, semoga tenang disisi Allah SWT, amin..

